Rope Access adalah sebuah metode akses tali untuk meminimalisir tingkat kecelakaan kerja yang dapat timbul, karena Rope Access memiliki standar keamanan yang lebih tinggi, selain itu metode ini dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan.

Rope access juga sangat efisien, sistem peralatannya dapat dipasang dan dibongkar dengan cepat, membutuhkan sedikit personel, namun dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, dengan peralatan yang lebih sedikit, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya jika dibandingkan dengan metode lain.

KELEBIHAN

Rope Access memiliki beberapa kelebihan dibanding beberapa metode lain seperti penggunaan Scaffolding, Main cage with crane, GondalaTangga, dll, diantaranya adalah :

  • Memiliki standar keamanan yang lebih tinggi
  • Tidak menganggu proses produksi lain.
  • Dapat menjangkau tempat – tempat yang sulit.
  • Lebih Fleksibel.

Rope Access bisa diterapkan untuk berbagai keperluan seperti :

  • Pekerjaan untuk menara, gedung dan tanki.
  • Bangunan dengan struktur baja yang rumit seperti jembatan dan tower pemancar.
  • Pekerjaan dalam ruang terbatas seperti cerobong dll.
  • Pekerjaan untuk penelitian, pengujian, maintainent.

STANDAR PERALATAN KERJA ROPE ACCESS

Berbagai alat yang biasa dipakai dalam kegiatan rope access sesuai dengan standar operational prosedur (SOP) adalah sebagai berikut :

  • Harness
  • Helm
  • Tali (Kernmantle)
  • Alat Ascender
  • Alat Descender
  • Carabiner (seri 7000-Age-Hardened Alloys)

Semua alat yang digunakan untuk pekerjaan ketinggian sudah lulus test standard  dari Lab dan standard ini diakui Internasional. Standar yang dipakai adalah:

  • UIAA (UNION INTERNATIONALE DES ASSOCIATIONS D’ALPINISME) atau (INTERNATIONAL CLIMBING AND MOUNTAINEERING FEDERATION)  yang mencantumkan marking UIAA atau logo dalam alat  berarti sudah lulus test standard dari Lab UIAA
  • EN (EUROPÉENNE NORM) (Standard Eropa) berupa :
  1. EN 362 : 2004 Personal protective equipment against falls from a height-Connectors
  2. EN 12275 : 1998 Mountaineering equipment – Connectors- Safety requirements and test methods
  • CE (Conformité Européenne) Jika tidak dibubuhkan, maka produk tersebut tidak akan diperbolehkan beredar di pasar Eropa.
  • ANSI (American National Standards Institute) standar Amerika Serikat dengan standar internasional sehingga produk-produk Amerika Serikat dapat digunakan di seluruh dunia. NSI Z359.1 – 2009 General industry for personal fall arrest system,subsystem and Components
  • NFPA (National Fire Protection Association). NFPA 1983 Standard on Life Safety Rope and Equipment for Emergency Services

Standard teknis sangat penting untuk setiap pekerjaan, hal ini untuk memastikan bahwa sebuah pekerjaan diketinggian sudah dilakukan dengan benar, dengan orang yang benar, peralatan yang benar dan prosedur kerja yang benar.

SERTIFIKASI PERSONIL

  • IRATA (INDUSTRIAL ROPE ACCESS TRADE ASSOCIATION)

IRATA adalah organisasi Rope Access pertama yang berperan memberi solusi untuk masalah pemeliharaan di industry minyak dan gas, didirikan pada tahun 80-an. IRATA telah memiliki lebih dari 200 member resmi terdiri dari perusahaan – perusahaan yang ada diseluruh dunia.

  • KEMNAKER (KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN) (K3) KHUSUS BEKERJA DI KETINGGIAN

Di Indonesia Rope Access sudah dirintis sejak tahun 2005. Tahun 2007 sudah menjadi bagian dari K3 khusus bekerja di ketinggian dan ini diakui oleh Departemen Ketenagakerjaan. Menteri Tenaga Kerja mengesahkan Permenaker Nomor 9 Tahun 2016 tentang K3 bekerja di ketinggian. Permenaker Nomor 9 tahun 2016 diterbitkan untuk melaksanakan Pasal 2 ayat (2) huruf i dan pasal 3 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.